Kamis, 30 Mei 2013

JENIS TANAMAN OBAT YANG AMPUH

BERMACAM-MACAM TANAMAN OBAT YANG ADA DI INDONESIA

(Zingiber officinale roxb= Ginger=Khan jiang)

Ciri umum tanaman jahe adalah tumbuh berumpun dan tingginya dapat mencapai 1m. Jahe berbatang semu,tidak bercabang, berbentuk bulat tegak, dan tersusun dari lembaran pelepah daun. Batang berwarna hijau pucat dengan warna pangkal batang kemerahan, terdiri dari upih dan helaian daun dan berdaun tunggal.
Berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya, ada 3 jenis jahe, yaitu jahe putih/kuning besar(jahe badak/ jahe gajah), jahe putih kecil (emprit), dan jahe merah.
Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpangnya/akarnya yang menyebabkan rasa pedas.
Efek farmakologi pada jahe yaitu melancarkan peredaran darah,meningkatkan gairah seksual, menghambat terjadinya ejakulasi dini,merangsang regenerasi kulit, menghangatkan badan dan antiradang.
Selain itu jahe digunakan sebagai bumbu masak,minuman penyegar,manisan ataupun dijadikan obat gosok penyakit encok dan sakit kepala.
Jahe dapat digunakan sebagai obat alami mengobati penyakit batuk, kolera, dan obat kuat bagi pria.


- Kunyit
(Curcuma domestica=Kunir=Kuni=Yin cin)

Kunyit merupakan tanaman herba dan tingginya dapat mencapai 100 cm. Batang kunyit semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dan berwarna hijau kekuningan.
Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang/ akarnya mengandung minyak asiri dan senyawa lainnya.
Efek farmakologi pada kunyit yaitu melancarkan peredaran darah, anti imflamasi, antibakteri, melancarkan pengeluaran empedu, antipiretik, dan icteric hepatitis.
Kunyit dipercaya bisa mengobati penyakit seperti demam, flu, asma, bronchitis, mual, nyeri lambung, terlambat haid, keputihan, hepatitis dan hipertensi.


- Temulawak
(Curcuma xanthorhiza roxb= Koneng gede= Shu kuat keung wong)

Temulawak merupakan tanaman herba yang batang pohonnya berbentuk batang semu dan tingginya dapat mencapai 2m.Daunnya lebar dan pada setiap helaian dihubungkan dengan pelepah dan tangkai daun yang agak panjang.
Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang/ akarnya.mengandung minyak menguap, asiri,kamper dan senyawa lainnya.
Efek farmakologi pada temulawak yaitu hepatoprotektor, menurunkan kadar kolesterol,antiinflamasi/radang,pencahar,diuretik (peluruh kencing), tonikum, dan menghilangkan nyeri sendi.
Temulawak dipercaya dapat mengobati penyakit hepatitis, maag, sembelit, nyeri sendi dan tulang.


- Kencur

(Curcuma zedoaria=Kaempferia galanga L=Kachora)

Kencur merupakan tanaman empon-empon/temu-temuan dengan jumlah helaian daun tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan.

Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang/ akarnya, sementara daun kencur juga dapat dimakan buat sayur urap.
Rimpangnya mengandung minyak atsiri, pati dan mineral lainnya. Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik.
Efek farmakologi pada kencur juga melancarkan peredaran darah, tonikum yang berkhasiat menambah napsu makan, sehingga sering diberikan pada anak-anak. 
Jamu beras kencur sangat populer sebagai minuman penyegar pula.
Kencur dipercaya dapat mengobati batuk, radang lambung, sakit kepala, influensa, diare, dll.
Bagi yang batuk dan yang ingin mempertahankan suaranya dapat mengunyah-ngunyah kencur.


- Asam Jawa

(Celagi=Tamarind=Loa wang zi)

Pohon Asam jawa dapat bertahan hidup puluhan tahun dan bisa mencapai tinggi 25 m. Pohonnya tahan terhadap terpahan angin, terhadap serangan hama, juga tahan terendam dalam air. Berusia puluhan tahun masih bisa menghasilkan buah asam.

Bagian tanaman yang digunakan adalah daging buahnya. Dapat dilarutkan dalam air dan airnya digunakan dalam masakan atau juga dimakan begitu saja.
Buah asam jawa mempunyai 2jenis yaitu asam jawa yang manis dan masam.
Kandungan utama dalam asam jawa ialah asid, gula, vit B dan kandungan kalsium yang tinggi.
Efek farmakologi pada asam adalah mengobati batuk, perit tekak, demam, dan perut kembung.
Asam jawa mudah didapat di pasaran dalam bentuk pulpa (daging buahnya) , berbiji atau tanpa biji yang dibungkus rapi.

Tip jamu gendong yang simple dalam mempertahankan kesehatan

1. Kupas dan bersihkan : Jahe (u/lebih baik & pedas jahe merah), Kencur, Kunyit (bisa juga biang kunyit), Temulawak. 
Biasanya porsinya tergantung maunya kita, misal kalau lagi masuk angin/asam urat dibanyakin jahe nya dan kalau bisa jahe merah, bila lagi batuk dibanyakin kencurnya, bila lagi datang haid dibanyakin kunyitnya dan kalau dapat biang kunyitnya. dan terakhir bila lagi kecapekan/levernya kurang sehat dibanyakin temulawaknya. Bagi wanita hamil sebaiknya jangan pakai kunyit, karena beresiko keguguran.
Semua bahan tersebut sesudah bersih di blender, kemudian disaring. Ampasnya bisa diblender lagi dan disaring lagi. Bisa diulang sampai 3x untuk mendapatkan hasil yang banyak. (Semua bahan yang diblender tersebut tidak perlu dimasak, cukup dicuci bersih).
2. Masak gula aren bisa juga masak bersama dengan asam jawa sampai hancur gulanya.
Banyaknya gula aren dan asam jawa tergantung keinginan mau manisnya seberapa dan keasaman nya seberapa suka. Saya memilih gula aren dari pada gula jawa karena lebih sehat saja dari pada gula jawa. Sebenarnya semakin kita berumur sebaiknya juga mengurangi/ menghidari hal-hal yang manis.
Gula aren & asam jawa yang sudah dimasak dan masih panas ini akhirnya juga disaring disatukan dengan hasil saringan bahan-bahan yang pertama tadi yang memang tidak dimasak terlebih dahulu.
Jadi cuma dapat panasnya dari gula aren & asam jawa yang dimasak.
Ampas dari asam jawa yang masih ada biji2nya ini bisa diambil sekali lagi, dikasih air dan diperas dengan sendok dan disaring lagi biar menambah keasamannya.
3. Akhirnya hasilnyanya bisa langsung diminum hangat-hangat dan kalau ada lebih bisa disimpan di kulkas untuk diminum di hari-hari berikutnya.


- Brotowali

(Tinospora crispa L=Bitter grape=Shen jin teng)

Tanaman brotowali tumbuh merambat. Kulit batangnya berbenjol-benjol dan berasa sangat pahit.Daun brotowali berupa daun tunggal, berbentuk jantung dengan ujung runcing, tepi rata, tulang daun menjari.
Bagian tanaman brotowali yang banyak digunakan untuk obat adalah batangnya. Batang brotowali mengandung zat pahit yaitu pikroretin dan senyawa lainnya seperti berberin, tinokrisposid, saponin, tanin, kolumbin,pati, dll.
Brotowali memiliki efek farmakologi seperti analgesik (mengurangi rasa sakit), antipiretik (menurunkan demam), anti-inflamasi (antiradang), hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah), dan melancarkan meredian.
Batang brotowali biasa digunakan untuk mengobati penyakit perut, demam,sakit kuning, dan sebagai obat oles/plester untuk menghilangkan rasa sakit di pinggang, obat kudis, malaria serta rematik.


- Daun Dewa

(Gynura pseudochina=Tigel kio=Beluntas cina=Samsit)

Tanaman daun dewa digolongkan tumbuhan terna dengan tinggi 30-45cm dan tumbuh tegak. Batang daun dewa pendek, lunak, berbentuk segi lima. Daunnya termasuk tunggal, tersebar mengelilingi batang. bertangkai pendek, tepi bertoreh, pangkal meruncing, pertulangan menyirip. Panjang daun sekitar 20 cm dan lebar 10cm.

Bagian tanaman yang digunakan adalah daunnya. Kandungan kimia yang terdapat pada daun dewa diantaranya flavonoid, asam fenolat, asam klorogenat, alkaloid, minyak asiri, dll. Diindikasikan dapat menurunkan kolesterol darah.
Efek farmakologi dari hasil penelitian diketahui daun dewa bersifat antikoagulan (mengencerkan bekuan darah), menghentikan pendarahan, menghilangkan panas,membersihkan racun, antikarsinogen dan diuretik (meluruhkan kencing).


- Jati Belanda

(Guazuma ulmifolia lamk=Bastard cadar)

Jati belanda berbatang keras, berkayu bulat, bercabang,permukaan batang kasar. Daun jati belanda tunggal, berbentuk lanset,permukaan daun kasar, bagian tepi bergerigi, letaknya berseling dan pertulangan menyirip.

Bagian tanaman yang digunakan adalah daun, buah, biji, dan kulit batang bagian dalam. Zat utama yang terkandung dalam seluruh bagian tanaman adalah tanin dan musilago. Kandungan lain diantaranya resin,flanonoid,karotenoid,asam fenolat,za pahit, dll. Tanin mampu mengurangi penyerapan makanan dengan cara mengendapkan mukosa protein yang ada dalam permukaan usus halus. Sementara musilago yang berbentuk lendir bersifat sebagai pelicin. Dengan adanya musilago, absorbsi usus terhadap makanan dapat dikurangi.
Efek farmakologi jati belanda seperti menghentikan diare dan pelarut lemak.


- Kumis Kucing

(Orthosiphon aristatus =Remujung= Ma xu cao)

Tanaman kumis kucing merupakan herba berbatang basah, tumbuh tegak dan tingginya dapat mencapai 2m. Daun kumis kucing tunggal, berbentuk bulat telur, lanset, atau belah ketupat dengan panjang antara 4-10cm serta lebar 5-7,5mm.

Bagian tanaman kumis kucing yang berkhasiat adalah daunnya. Mengandung senyawa sinensitin, flavon-flavon,zak samak, saponin,tanin, minyak asiri, dll.
Efek farmakologi kumis kucing seperti antiradang,infeksi kandung kemih, batu saluran kemih dan empedu, asam urat, kencing batu, dan keputihan. Daun kumis kucing bersifat diuretik dan digunakan sebagai obat batu ginjal. Di India digunakan mengobati rematik dan rematik akut, menurunkan kadar gula pada penderita diabetes, encok, serta menurunkan panas.


- Mahkota Dewa

(Phaleria macrocarpa=Crown of God=Pau)

Mahkota dewa adalah tanaman perdu yang tingginya sekitar 3-4m. Batang bergetah terdiri dari kulit dan kayu.Sepintas daun mahkota dewa mirip dengan jambu air mawar. Perbedaannya daun mahkota dewa lebih ramping dan bertekstur lebih jelas. Buah mahkota dewa memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari sebesar bola pingpong dengan diameter 3cm hingga sebesar apel dengan diameter 6cm. Warna kulit buah saat masih muda, hijau, setelah tua berwarna merah, Semakin tua, warnah kulit buah bertambah gelap. Sementara daging buahnya berwarna putih dan berasa sepat.

Bagian tanaman mahkota dewa yang berkhasiat obat adalah daging buahnya. Kandungan buah mahkota dewa terdiri dari golongan alkanoid, tanin, flavonoid,saponin, lignan,sterol & minyak asiri.
Senyawa lignan baru yang terdapat pada ekstrak daging buah mahkota dewa berfungsi sebagai antikanker,anti histamin,anti alergi dan antioksidan.
Efek farmakologi nya seperti antitumor, antidisentri, antiinsekta, mengobati eksim, hepatotoksik dan antibodi.
Ramuan mahkota dewa yang dipakai adalah atas buah yang sudah di potong-potong dan di keringkan, karena yang masih fresh masih mengandung racun. Khasiatnya dipercaya mengobati tumor, kanker,diabetes melitus, hipertensi, hepatitis, jantung & gangguan ginjal.


- Mengkudu

(Morinda citrifolia L=Magic plant=pace)

Mengkudu termasuk jenis kopi-kopian. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi 3-8m. Daunnya bersusun berhadapan panjang 20-40cm dan lebar 7-15cm. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi trotol-trotol

Mengkudu terkenal sebagai tanaman obat karena buah, daun maupun akarnya dapat digunakan sebagai bahan obat. Buahnya dimanfaatkan untuk peluruh air seni dan menurunkan tekanan darah tinggi. Daunnya dapat digunakan untuk obat sakit perut seperti mulas dan kolik serta sebagai pencahar. Sementara akarnya digunakan sebagai obat peluruh air seni dan pencahar.
Efek farmakologi nya sebagai antiseptik, antiradang, membersihkan darah, meluruhkan haid, diuretik, meningkatkan sirkulasi darah, mengobati limpa dan liver, sembelit, serta mengobati batuk dan rematik.


- Pegagan

(Centella asiatica=Daun kaki kuda=Ji xue cao)

Pegagan adalah tanaman terna tahunan yang tidak mempunyai batang, rimpang pendek, dan stolon merayap.Panjang pegagan antara 10-80cm. Pada setiap buku-buku batang keluar akar. Daun pegagan merupakan daun tunggal bertangkai panjang dan tersusun dalam roset.Helaian daun berbentuk ginjal, tepi bergerigi dan terkadang agak berambut. Daun dapat dimakan sebagai lalap untuk penguat lambung.

Bagian tanaman pegagan yang digunakan adalah seluruh bagian (herba) kecuali akar. Pegagan umumnya digunakan dalam bentuk kering, baik batang maupun daunnya. Akan tetapi, ada juga yang menggunakan dalam bentuk segar.
Efek farmakologi seperti refitalisasi sel & pembuluh darah, antiinfeksi, antibakteri,antipiretik (menurunkan panas dan demam), mempercepat penyembuhan luka, diuretik (meluruhkan kencing), pembengkakkan hati, meningkatkan kesuburan wanita, mengurangi gejala asma, dan mengobati hipotensi.
Ramuan pegagan dipercaya bisa mengobati batuk darah, mimisan,gejala asma,types, darah tinggi, dan jantung.


- Sambiloto

(Andrographis paniculata=Ampadu tanah=Chuan sin lien)

Sambiloto tergolong terna(herba) semusim, tumbuh tegak, tinggi sekitar 50cm dan rasanya sangat pahit.Batang sambiloto berkayu, berpangkal bulat, berbentuk segi empat saat muda dan bulat setelah tua, percabangan monopodial. Daun sambiloto tunggal, tersusun berhadapan, berbentuk lanset, bertepi rata, ujung dan pangkal daun tajam / runcing.

Bagian tanaman yang digunakan adalah daun.Daun sambiloto mengandung saponin,flavonoida dan tanin. Berdasarkan hasil penelitian kimiawi diketahui bahwa sambiloto merupakan tumbuhan yang kaya dengan berbagai kandungan kimia.
Sambiloto memiliki efek farmakologi seperti imunostimulan (meningkatkan kekebalan tubuh), antibiotik, antipiretik (penurun panas), anti inflamasi (antiradang), hepatoprotektor, hipotensif, hipoglikemik, antibakteri, antiradang saluran pernapasan serta meredian jantung dan paru paru.
Ramuan sambiloto dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit seperti darah tinggi, kanker,tumor, kista, mioma, kencing manis, radang saluran napas, bronchitis, asma, amandel, flu, hepatitis. 


- Sambung Nyawa

(gynura procumbens merr=leaves of the gods=ngokilo)

Sambung nyawa termasuk semak belukar dan terna menahun. Bila daunnya dimemarkan akan timbul bau sedikit harum. Batangnya lunak, berair, sedikit berkayu dan cendrung roboh. Bagian batang yang menempel ke tanah biasanya akan terbentuk akar. Tinggi tanaman mencapai 3m atau lebih.

Daun sambung nyawa mengandung flavonoid, glikosida kuersetin, asam fenoleat, triterpenoid, saponin,steroid, dan minyak asiri.
Sambung nyawa mempunyai efek farmakologi untuk menurunkan panas, mengobati sakit limpa,menghilangkan sakit karena pukulan,mengobati sakit ginjal, sakit kulit, gula darah, menurunkan tekanan darah, antimikroba,antikarsinogenik,sitotoksik terhadap sel kanker, stroke,penyakit jantung, kolesterol tinggi, diabetes, gangguan lambung, radang pita suara, radang tenggorokan, batuk, sinusitis, polip dan amandel.


- Sirih

(Piper betle L.=Suruh=Ju jiang)

Tanaman sirih tumbuh memanjat dengan tinggi tanaman mencapai 2-4m. Batang sirih berkayu lunak berbentuk bulat, beruas-ruas, beralur-alur. Daun sirih tunggal dan letaknya berseling. Bentuk daun bervariasi, dari bundar oval. Ujung daun runcing, bagian pangkal berbentuk jantung dan agak bundar asimetris, tepi dan permukaan rata, dan pertulangan menyirip. Daun sirih berbau aromatis.

Tanaman sirih dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuk daun, aroma dan rasa.
Jenis-jenis sirih adalah sirih jawa (daun hijau tua dan rasanya kurang tajam), sirih banda (daun besar berwarna hijau tua dengan warna kuning dibeberapa bagian, rasa dan bau lebih sengak), sirih cengkeh ( daun kecil, lebih kuning,rasanya seperti cengkeh), sirih hitam ( rasanya sangat sengak dan digunakan sebagai campuran berbagai obat), dan sirih kuning (yang dikunyah dengan pinang, biasanya  berwarna hijau muda dan rasanya kurang pedas.
Daun sirih mengandung minyak asiri yang terdiri dari berbagai senyawa seperti kavikol,karvakrol, sineol, metil kavikol, eugenol, tanin, gula dan amilum.
Sirih mempunyai efek farmakologi meredakan batuk, antiradang, merangsang saraf pusat, meredakan sifat mendengkur, mencegah ejakulasi prematur, keputihan menghentikan pendarahan dan menguatkan gigi.
Manfaat lain daun sirih sebagai obat sakit gigi dan mulut, sariawan, luka bekas cabut gigi, menghilangkan bau mulut, batuk, hidung berdarah, keputihan,antiseptik, wasir, tetes mata, mengurangi produk air susu,bronkhitis, jerawat, dan memperlancar haid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar